Kondisi sosial kemasyarakatan sebelum konflik bersenjata terjadi di provinsi Aceh, tatanan kehidupan masyarakat Saree Aceh sangat kental dengan nuansa gotong royong saling bantu membantu antar satu sama lainnya. Dimana kegiatan-kegiatan yang bernuansa sosial kemasyarakatan sangat dipelihara. Hal ini terjadi karena adanya ikatan emosional keagamaan yang sangat kuat diantara sesama masyarakat. Dimana dalam agama Islam memang sangat dianjurkan untuk saling hormat menghormati, saling berkasih sayang, saling bantu membantu dalam meringankan beban saudarnaya. Serta dituntut untuk saling bina membina dalam memelihara hubungan silaturrahmi antar sesama. Atas dasar inilah sehingga tumbuhnya motifasi masyarakat untuk saling melakukan interaksi sosial budaya dengan baik. Dan pasca konflik ini perlahan-lahan mulai pulih meskipun tidak seperti sebelum konflik. Hubungan anatara masyarakat dan pemerintah sangat vakum pada saat konflik, kini mulai membaik dengan terbinanya kembali hubungan pemerintah dengan masyarakat. Ini juga merupakan modal untuk mengelola pemerintahan dan masyarakat Gampong Saree Aceh untuk lebih pro aktif dan menata kembali kehidupan bermasyarakat yang harmonis.
Hal ini salah satu dapat dilihat dari adanya administrasi pemerintahan Gampong yang cukup baik serta sudah berfungsi kembali struktur pemerintahan Gampong.
Kegiatan sosial masyarakat dalam kehidupan sehari-hari dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1. Kehidupan sosial masyarakat Gampong Saree Aceh
|
No |
Golongan |
Jenis Kegiatan |
|
1 |
Bapak (orang tua) |
|
|
2 |
Ibu-ibu |
|
|
3 |
Pemuda |
|
.jpg)


.jpg)

0 Komentar