A. Asal Usul Gampong

            Menurut orang-orang tua Gampong yang mengerti sejarah dan didukung oleh bukit-bukit sejarah asal-usul Gampong Saree Aceh dimulai sejak zaman penjajahan belanda, peninggalan sejarah yang bisa kita lihat adalah banyak terdapatnya kuburan-kuburan tua yang merupakan kuburan para pejuang yang syahid dalam peperangan melawan penjajahan dan diantaranya adalah kuburan para ulama yang juga syahid pada masa itu. Menurut cerita, pada waktu itu banyak penduiduk Saree Aceh yang meninggal akibat diracuni oleh Belanda melalui air suangai yang digunakan oleh penduduk.

            Pada zaman dahulu saree Aceh pernah menjadi daerah yang maju dalam perdagangan yaitu dengan banyak ditemukan barang-barang pecah belah yang berasal dari luar negeri,seperti guci naga, piring dan emas. Nama Saree bermakna sebuah hamparan yang datar diantara penggunungan Seulawah yang dijadikan daerah pemukiman masyarakat, dahulu Saree hanya ada satu gampung atau mukin yang bernama Saree, pada tahun 19 kemudian Saree dibagi menjadi 3 gampongb yaitu Saree Aceh atau yangn dikenal dengan Gampong Aceh, kemudian Suka Damai dan Suka Mulya, sedangkan Saree menjadi nama kemukiman Saree.

B. Sejarah Pembangunan Gampong

Kecamatan     : Lembah Sulawah

Mukim            : Saree

Gampong        : Saree Aceh

LBB 2b

ALUR SEJARAH PEMBANGUNAN GAMPONG

NO

TAHUN

PERISTIWA

DAMPAK

SUMBER DANA

VOLUME

KETERANGAN

1

1968

Berdirinya Sekolah Dasar

Tersedianya Fasilitas Pendidikan Dasar

Dinas Pemerintahan Provinsi

1 Unit

Berfungsi

2

1990

Berdirinya Puskesmas

Tersedianya sebuah pusat Kesehatan Masyarakat

Pemerintahan Provinsi dan Partisipasi masyarakat

1 Unit

Berfungsi

3

1991

Pembebasan Tanah di dusun Blang Lambaro

Adanya tanah milik Gampong

Masyarakat

1 unit

Masih Berfungsi

4

1996

Rehab Irigasi

Berfungsinya saluran irigasi

APBA

1 unit

Sudah rusak

5

2007

Pembangunan Menasah

Berfungsinya Menasah

Swadaya Masyarakat

1 Unit

Berfungsi

6

2019

Gedung Serba Guna

Tempat pertemuan musyawarah Gampong

BKPG

1 Unit

Berfungsi

7

2010

Saluran

Pembuangan air limbah

PNPM

1500 m

Berfungsi

8

2011

Perkerasan jalan

Kelancaran Trasportasi

BKPH

400 m

Berfungsi

9

2012

Perkerasan jalan

Kelancaran Trasportasi

PNPM

1600 m

Berfungsi

10

2012

Perkerasan jalan

Kelancaran Trasportasi

BPKG

450 m

Berfungsi

11

2013

Gedung IK

Pendidikan anak usia dini

PNPM

1 unit

Berfungsi

12

2013

Jalan rabat beton

 Kelancaran Trasportasi

BPKG

180 m

Berfungsi


C. Sejarah Pemerintahan Gampong
    
            Pada tahun (1996-1998) Gampong dipimpin oleh Oleh Keuchik Usman Sabi dan Wakil Keuchik dalam Bahasa Aceh disebut Waki yang pada saat  itu dalam susunan Pemerintahan Gampong yang belum ada istilah Kepala Dusun. Wakil Keuchik, pada saat itu memilikan peran  dan fungsi yang sama seperti halnya Kepala Dusun pada saat ini. Imum Mukim memiliki peranan yang cukup kuat dalam tatanan Pemerintahan Gampong, yaitu penasehat baik dalam penetapan sebuah kebijakan di tingkat Pemerintah Gampong dan dalam memutuskan sebuah keputusan Hukum Adat. Tuha Peut menjadi Lembaga badan Penasehat Gampong. Tuha Peut juga sangat berperan dan berwenang dalam memberi pertimbangan terhadap pengambilan keputusan-keputusan Gampong, memantau kinerja dan kebijakan yang diambil oleh Keuchik. Imam Mukin berperan mengorganisasikan kegiatan-kegiatan keagamaan.
           Urutan pimpinan pemerintahan (keuchik) Gampong Saree Aceh dari tahun 1960-2013 adalah sebagai berikut:
 
No TAHUN KEUCHIK KONDISI PEMERINTAHAN
1 Sebelum 1973 Mukim Yazid Masih dipimpin oleh seorang mukim
Saree Belum terbagi menjadi 3 Gampong
2 1973-1979 Mukim Sabi Masih dipimpin oleh seorang mukim
Saree Belum terbagi menjadi 3 Gampong
3 1980-1969 Keuchi Amrin Pemerintahan Gampong sudah dipimpin oleh Keuchik.
Saree sudah terbagi menjadi 3 Gampong (Saree Aceh Suka Mulia & Suka Damai
4 1990-2001 Keuchik Husein Konflik kembali terjadi antara GAM dan pemerintahan RI
5 2002-2007 Keuchik Syabrini Dalam masa konfli,darurat militer,darurat sipil, dan Musibah Gempa Tsunami di Aceh
6 2008-2009 Keuchik Syabrini Pasca konflik dan musibah Tsunami. Pemerintahan dalam kondisi pemulihan, Keuchik mengundurkan diri
Karena mancalonkan diri sebagai anggota legislatif
7 2009-2010 Plt. Nurdin Juned Masa transisi menuju pemelihan Keuchik baru
8 2010-2015 Keuchik Syarwan Gadeng Kondisi Pemerintahan sudah normal, pembangunan mulai di gerakkan
9 2016-2021 Keuchik Yusri Kegiatan pembangunan,pemberdayaan,pembinaan kemasyarakatan berjalan dengan normal.
10 2022-Sekarang Keuchik Syarwan Kondisi Pemerintahan sudah normal, pembangunan sudah banyak dilakukan